fbpx
2519 EDIT6
Suryadi

Suryadi

Founder & CEO Jenius Investor

Memilih Saham Terbaik (Intermediate)

Pada artikel-artikel sebelumnya ada sudah belajar dasar-dasar apa itu Investasi Saham sampai dengan belajar tentang memahami membaca saham dengan Candlestick dan juga mengerti mengenai Rasio-Rasio keuangan yang menjadi fundamental utama dalam memilih saham-saham berkualitas dan terbaik.

Jika Anda sudah mengerti semua Artikel kami sebelumnya Anda sudah selangkah lebih maju, luar biasa, Anda sudah menjadi seorang smart investor dan memasuki fase menuju jenius investor. Dengan bekal pengetahuan ini anda tidak mudah untuk ditipu oleh institusi atau individu yang katanya bisa menghasilkan cara cepat menjadi kaya dalam bermain saham, disini saya mengajak Anda berpikir kritis dan smart dalam memilih saham. Anda sekarang sudah berada pada jalur yang benar yang  pada akhirnya membawa Anda untuk menemukan “harta karun” di dalam saham-saham terbaik yang Anda temukan dengan atau dengan bantuan kami.

Selamat menikmati perjalanan Anda selajutnya, temukan “harta karun” itu dan jadilah sukses bersama dengan kami. 

Salam Super Profit, Dahsyat.

Kriteria Saham Terbaik & High Profit

  1. GCG (Good Corporate Governance) bagus.
  2. ROE (Return on Equity > 15%.
  3. DER (Debt to Equity) < 100%    Noted : Pengecualian untuk saham-saham tertentu.
  4. PBV (Price to Book Value) < 2x   Noted : Pengecualian untuk saham-saham tertentu.
  5. Mempunyai historical pergerakan saham yang bagus minimal dalam 5 tahun terakhir. (lupakan saham baru IPO hehe).
  6. Memberikan Dividen secara rutin.

Jika Anda memahami dan menerapkan kriteria ini keuntungan besar sudah menanti Anda : )

Mari kita bahas lebih mendalam kriteria-kriteria tersebut di atas:

1.  GCG (Good Corporate Governance) bagus.

Sebuah saham baru boleh dikatakan sebagai saham berkualitas dan mempunyai prospek Super Profit” adalah saham dimana Perusahaannya sudah terkenal baik dalam hal GCG-nya, apa saja sih kriteria Perusahaan-Perusahaan yang memiliki reputasi GCG yang baik :

  • Tidak pernah mempunyai masalah hukum.
  • Manajemen yang berkualitas, jujur dan bertanggung jawab.
  • Pembayaran hutang tidak pernah bermasalah.
  • Tidak bermasalah dengan Supplier ataupun Distributor.
  • Mempunyai nilai positif di mata konsumen ataupun masyarakat.
  • Menjadi “market leader” di bidang usahanya.

Bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Perusahaan tersebut mempunyai GCG yang bagus ?

  • Mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengetahui sejauh mana kualiatas manajemennya. Berita bagusnya dengan hanya memiliki 1 Lot saham saja Anda dapat mengikuti RUPS ini
  • Bertanya kepada Supplier maupun Distributor mengenai kualitas perusahaan tersebut.
  • Bertanya kepada karyawan dari perusahaan tersebut.
  • Bertanya kepada konsumen yang memakai jasa atau produk dari perusahaan tersebut, apakah mereka puas dengan pelayanan dan produk yang diberikan oleh perusahaan tersebut.

Pendekatan di atas dicetuskan oleh mentor dari Warren Buffett yang bernama Philip Fisher yang merupakan Investor besar pada masanya, pendekatan ini sangat berpengaruh besar terhadap mindset, prinsip dan strategi Investasi Buffett. Pendekatan ini juga merupakan bagian dari paradigma/teknik Investasi yang diciptakan Philip Fisher. Untuk belajar lebih dalam mengenai teknik investasi, kami akan buat artikel khusus yang akan membahas ini.

2.  ROE (Return on Equity) > 15%

Bagian ini cukup penting dalam kita melakukan penilaian dan pemilihan saham-saham dari perusahaan-perusahaan terbaik. ROE menjadi cukup penting dikarenakan bisa mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang dibandingkan dengan modal yang dimilikinya, semakin besar rasio persentase ROE semakin bagus dan efektif suatu perusahaan dalam menghasilkan laba, untuk lebih jelasnya mengenai ROE silahkan klik link di sini.

Dari rasio ROE inilah kita sebagai Investor dapat memprediksi pertumbuhan modal dan kekuatan keuangan perusahaan tersebut masa yang akan datang, dengan kemampuan inilah kita dapat lebih dahulu menemukan “harta karun” / saham-saham terbaik yang bisa mendatangkan keuntungan yang besar pada masa mendatang. 

3.  DER (Debt  to Equity) < 100%

Rasio keuangan ini juga tidak kalah pentingnya dengan rasio ROE, karena dengan mengerti dan mengetahui rasio ini Investor dapat mengetahui kondisi kesehatan keuangan suatu perusahaan, semakin besar rasio Utang terhadap modalnya semakin berbahaya bagi kondisi keuangan perusahaan tersebut. 

Dengan mengetahui rasio ini, kita dapat mengetahui kemampuan bayar utang perusahaan pada masa yang akan datang, nilai yang kami tetapkan ini (DER < 100%). Nilai rasio ini tidak berlaku bagi perusahaan yang mempunyai Fundamental yang bagus yang memenuhui kriteria di atas dan ditambah dengan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba bersih yang sangat tinggi dan konsisten, tapi alangkah baiknya jika perusahaan tersebut juga memenuhi kriteria nilai rasio ini. untuk lebih jelasnya mengenai DER silahkan klik link di sini.

4.  PBV (Price to Book Value) < 2x

Rasio keuangan ini sangat populer di kalangan para Investor dikarenakan dengan rasio ini para Investor dapat mengetahui berapa sebenarnya perbandingan antara nilai buku (book value) yang merupakan nilai 1 lembar saham berdasarkan ekuitasnya dengan harga saham pada saat itu, maka dari itu Investor mengetahui apakah saham perusahaan tersebut kemahalan atau tidak.

Tetapi ada pengecualian untuk sektor-sektor saham tertentu, contohnya market leader di sektor consumer goods industry, salah-satunya saham Unilever, perusahaan ini adalah perusahan ternama di bidang industri pelengkap makanan dan kebutuhan rumah tangga, siapa sih yang tidak kenal produknya? semua orang hampir mengetahui produk dengan brand ternama seperti pasta gigi pepsodent, sabun lifebouy, margarin (blueband) yang saat ini sudah dijual dan masih banyak produk-produk lainnya yang sangat dikenal oleh masyarakat luas.

Saham Unilever sendiri saat ini mempunyai nilai PBV 48, dimana saat ini nilai PBV tersebut jauh lebih besar dibandingkan saham-saham lainnya. Kenapa ya bisa sangat tinggi ? Sebenarnya jawabannya sederhana, kalau boleh kita mengingat kembali hukum ekonomi pada saat kita sekolah dulu, dimana jika permintaan (demand) lebih besar daripada penawaran (supply) maka harga semakin naik, begitu pula dalam pergerakan harga saham, jika banyak yang ingin membeli suatu saham, maka saham itu akan terus naik sampai pada supply & demand menjadi seimbang.

Untuk Anda yang ingin mengetahui mengenai lebih dalam mengenai rasio keuangan PBV silahkan klik link di sini.

5.  Mempunyai historical pergerakan saham yang bagus minimal dalam 5 tahun terakhir.

Historical pergerakan saham (monthly) cukup penting dalam kita melihat seberapa bagus pasar dalam menilai saham tersebut. Untuk membaca historical pergerakan saham secara lebih mendalam akan kami buatkan artikel tersendiri.

6.  Memberikan Dividen secara rutin.

Meskipun tidak ada kewajiban bagi perusahaan go public untuk membayarkan deviden (keuntungan) kepada pemegang saham secara rutin setiap tahun, tapi hal ini merupakan hal cukup penting, dikarenakan pemberian dividen merupakan suatu bentuk perusahaan ikut berbagi (tidak pelit hehe) dan hal ini  sangat disukai hampir semua Investor.

Maka jika perusahaan tidak mau membagikan padahal perusahaan mendapatkan laba yang besar, bukan tidak mungkin saham ini akan dijauhi oleh para Investor.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email
Close Menu