fbpx
387895-PC4BBV-344 rev2
Suryadi

Suryadi

Founder & CEO Jenius Investor

Prinsip & Mindset Warren Buffett (Basic)

Wizard of Omaha

Sebelum kita masuk pada Prinsip & Mindset Warren Buffett, mari kita mengenal siapa sesungguhnya Warrent Buffett.

Warren Buffett lahir pada tahun 1930 di Omaha, Nebraska, dari garis keturunan Perancis. Dia adalah anak kedua dari 3 bersaudara dan juga adalah putra satu-satunya dari Leila dan anggota DPR Amrika Howard Buffett. Buffett memulai pendidikannya dengan belajar di SD Rose Hill. Pada 1942, ayahnya terpilih pertama kalinya (kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Alice Deal dan kemudian lulus dari SMA Woodrow Wilson pada tahun 1947, dan pada buku tahunannya keterangan untuknya adalah “menyukai matematika, calon pialang saham”.

Buffet memperlihatkan ketertarikan yang besar pada bisnis dan investasi pada umur yang sangat muda. Salah satu bisni awalnya adalah menjual permen karet, coca cola, dan majalah mingguan dari pintu ke pintu. Dia juga bekerja di took kelontong milik kakeknya. Saat masih di SMA, dia mendapatkan uang dengan mengantar koran, menjua bola golf dan perangko, menyemir mobil, dan lain-lain. Pada laporan pajaknya yang pertama kali tahun 1944, Buffett meminta pemotongan pajak sebesar $35 untuk pemakaian sepeda dan jamnya untuk mengantar koran. Pada 1945, saat kelas 2 sma Buffett dan kawannya membeli mesin pinball bekas seharga $25, kemudian menaruhnya di salon. Dalam beberapa bulan mereka berhasil berkembang memiliki beberapa mesin pinball pada 3 salon di Omaha.  Bisnis itu kemudian dijual Buffett dan temannya kepada veteran perang senilai $1.200.

Ketertarikan Buffett pada pasar saham dan investasi dimulai sejak masa sekolah disaat dia sering mengunjungi kantor pialang saha regional dekat kantor pialang saham ayahnya. Pada perjalanan ke New York City saat dia berumur 10 tahun, Buffett mengunjungi Bursa Saham New York. Pada umur 11 tahun.

Prinsip & Mindset Buffett

Investasi pertamanya dimulai Buffett berusia 11 tahun, Buffett bersama dengan adiknya Doris, membeli saham pertamanya Cities Service dengan harga $38,25 per lembar saham. Dari Investasi pertamanya itu, ia mendapatkan tiga pelajaran yang sangat berharga.

Prinsip Pertama : “Never Lose Money”Jangan panik ketika harga saham sedang jatuh.

Prinsip Kedua: Jangan menjual saham hanya untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Jika investor sangat yakin bahwa investasinya baik, maka investasi itu seharusnya tidak dijual demi keuntungan singkat. Harga saham Cities Services meningkat menjadi $40, sehingga buffett menjualnya, namun kemudian nilanya itu naik lagi hingga mencapai $202 per sahamnya; itu berarti saham tersebut akan menghasilkan keuntungan sebesar $163,75 per lembar sahamnya.

Prinsip Ketiga: Buffett belajar mengenai tanggung jawab. Ia merasa bersalah ketika harga sahamnya jatuh, karena adiknya telah mempercayakan uangnya kepadanya.

            Pada tahun 1947, Buffett diterima di Wharton School of the University of Pennsylvania. Awalnya dia lebih tertarik mengembangkan bisnisnya, namun dengan paksaannya dari ayahnya akhirnya dia mendaftarkan diri untuk kuliah. Dia kemudian lulus pada usia 19 tahun dengan gelar Sarjana Ekonomi Manajemen. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya di Columbia University, setelah ditolak oleh Harvard Business School, dan memperoleh gelar Magister Ekonomi pada 1951. Warren Buffet memilih masuk ke Columbia University karena mengetahui Benjamin Graham mengajar disana.

            Ayahnya dan Graham menyarankan agar dia tidak mencari nafkah dari bursa saham, namun Buffett percaya bahwa inilah yang ingin dilakukannya, yaitu mempertahankan minatnya pada investasi yang telah membuatnya bersemangat sejak kecil.

            Dalam permainan sepakbola, penguasaan dasar sepakbola adalah hal yang krusial dan mutlak diperlukan untuk menjadi pemain yang bagus. Demikian juga, menguasai dasar-dasar mindset investasi yang benar seperti yang telah diajarkan  Buffett adalah suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, bagaimana mungkin kita berlatih sepakbola kepada guru yang hanya bermain di kampung-kampung ketimbang kita berlatih pada Ronaldo atau Messi, berikut ini adalah dasar-dasar mindset Buffett :

  1. Investasi saham itu sederhana dan mudah.
  2. Investasi saham itu menguntungkan, asalkan mengetahui ilmunya.
  3. Jadilah investor bukan trader.
  4. Kesabaran tingkat tinggi, orang sabar disayang pasar.
  5. Emosi yang tepat, bukan emosional.
  6. Jauhi 7 Dosa Maut Investor.
  7. Percaya pada pemahaman dan analisa sendiri.
  8. Fokus kepada fundamental perusahaan dibandingkan peristiwa-peristiwa makro ekonomi.
  9. Jangan melakukan diversifikasi berlebihan.
  10. Tidak perlu aktif memantau pergerakan saham.
  11. Fokus pada hasil dari laporan keuangan bisnis bukan pada pergerakan harga saham.
  12. Beli saham dan tahan selama mungkin.
  13. Mencari dan menciptakan kesempatan pada saat market crash.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email
Close Menu