fbpx
business man financial inspector and secretary making report, calculating or checking balance. Internal Revenue Service inspector checking document. Audit concept
Suryadi

Suryadi

Founder & CEO Jenius Investor

Rasio-Rasio Keuangan (Intermediate)

Rasio-rasio Keuangan merupakan tools/alat terpenting bagi semua Investor untuk mendapatkan saham-saham terbaik, ini adalah inti dari Analisa Fundamental yang menjadi jantung dalam pendekatan investasi Value Investing, jika Anda sudah menguasai dan mengerti dengan benar konsep dari Rasio-rasio keuangan maka Anda sudah masuk dalam kategori Smart Investor yang sudah dapat menemukan saham-saham terbaik di bursa.

Rasio-rasio Keuangan juga bermanfaat bagi Investor dalam membaca laporan keuangan untuk dapat melakukan analisis atas kinerja keuangan perusahaan. Rasio-rasio keuangan dibagi kedalam beberapa kelompok seperti: Rasio Aktiva, Rasio Ekuitas, Rasio Utang, Rasio Saham, Rasio Laba bersih serta Rasio Penjualan.

Berikut ini beberapa rasio-rasio keuangan utama yang biasa digunakan dalam berbagai analisis dari laporan keuangan perusahaan.

1.  Return on Equity (ROE)

Rasio ini menggambarkan besarnya persentase Laba Bersih terhadap Ekuitas. Ini adalah rasio keungan Favorit saya maka dari itu saya tempatkan pada urutan pertama. Semakin besar nilai persentasenya maka perusahaan tersebut sangat efektif dan hebat dalam meraih laba bersih yang bisa mendekati nilai Ekuitas.

 

2.  Book Value (BV)

Rasio keuangan ini disebut juga sebagai Nilai Buku Saham, dimana rasio ini menggambarkan perbandingan Total Ekuitas terhadap jumlah saham yang beredar.. Dalam rasio ini kita bisa mendapatkan nilai buku/saham dalam 1 lembar saham.

3.  Price to Book Value (PBV)

Rasio keuangan ini masih berkaitan dengan rasio Book Value, rasio ini mengenai seberapa besar pemegang saham publik/pasar menghargai nilai buku/saham suatu perusahaan, jadi rasio ini menggambarkan perbandingan antara harga saham terhadap nilai buku/sahamnya. Makin tinggi rasionya maka bisa dikatakan pasar sangat percaya akan prospek perusahaan dalam menghasilkan pendapatan & laba.

4.  Debt to Equity Ratio (DER)

Rasio keuangan ini sering disingkat juga dengan DER supaya lebih mudah untuk mengingatnya. Rasio ini menggambarkan persentase total utang terhadap ekuitas/modal atau perbandingan total utang terhadap ekuitas, rasio ini dapat menggambarkan sebuah perusahaan yang sehat secara keuangan atau tidak, karena bila total utang menjadi lebih besar dibandingkan ekuitas hal ini cukup berbahaya, apalagi perusahaan tersebut mempunyai utang dalam bentuk US dollar, karena pada saat krisis ekonomi melanda pastinya perusahaan tersebut akan kesulitan untuk membayar utangnya. 

5.  Return on Asset (ROA)

Rasio keuangan ini mirip dengan rasio ROE, jika rasio ROE adalah perbandigan antara laba bersih dengan ekuitas sedang ROA menggambarkan perbandingan antara laba bersih dengan aset, apabila nilai ROA semakin besar maka perusahaan sangat bagus dan efektif dalam mengelolah aset sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

6.  Net Profit Margin (NPM)

Rasio keuangan ini juga mirip dengan rasio ROE dan ROA, rasio NPM ini menggambarkan perbandingan antara laba bersih dengan penjualan. Semakin nilai rasio NPM ini semakin besar semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba bersih.

7.  Earning Per Share (EPS)

Rasio keuangan ini menggambarkan jumlah laba bersih yang didapatkan satu lembar saham, dengan cara membagi laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. 

8.  Price Earning Ratio (PER)

Untuk mengetahui nilai rasio PER Anda terlebih dahulu harus mengetahui nilai EPS perusahaan tersebut, rasio PER ini menggambarkan apresiasi pemegang saham publik/pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER sendiri dihitung dalam satuan kali. Sebagai contoh bila suatu saham memiliki PER sebesar 10x, berarti pasar menghargai sebesar 10% laba per satu lembar saham dari harga sahamnya. Sebagian investor menyakini semakin kecil  PER-nya semakin bagus, tetapi ada juga berpandangan bahwa semakin besar PER semakin bagus, manakah yang benar ? saya jawab pada artikel selanjutnya, teruslah belajar karena dengan belajar Anda semakin dekat dengan kesuksesan.

9.  Current Ratio (CR)

Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban/utang lancar. Semakin besar hasil perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam melunasi utangnya.

10.  Debt to Asset Ratio (DAR)

Rasio keuangan ini mirip dengan rasio DER, rasio ini menggambarkan perbandingan total utang dengan total aset, semakin besar total aset dari suatu perusahaan, semakin baik perusahaan tersebut bisa membayar hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Terima kasih Anda sudah membaca Artikel ini, bila Anda menyukainya silahkan share artikel ini kepada teman-teman Anda atau siapa saja yang membutuhkan. 

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email
Close Menu