fbpx
123 rev2
Suryadi

Suryadi

Founder & CEO Jenius Investor

Risiko Investasi Saham (Basic)

1. Capital Loss

Selain mempunyai keuntungan dari Capital Gain saham juga memiliki risiko yang dinamakan Capital Loss yang merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu kondisi dimana Anda sebagai Investor yang menjual saham lebih rendah daripada harga pembelian saham tersebut. Misalnya Anda membeli saham PT. AXJ seharga Rp. 1.000 per lembar kemudian Anda menjualnya di harga Rp. 900 per lembar, maka disini Anda menderita kerugian sebesar Rp. 100 per lembar saham.

Penurunan harga saham ini terjadi biasanya perusahaan dari penerbit saham tersebut mengalami penurunan dalam laba bersih tahun berjalan atau laba bersih per twiwulan, tetapi penurunan harga saham ini bukan semata-mata hanya karenan penurunan laba bersih saja, banyak indikator lain yang memberiakan dampak terhadap penurunan ini, misalnya saja dikarenakan manajemen perusahaan yang tersangkut maslah hukum atau karena krisis ekonomi dunia seperti yang terjadi pada tahun 2008.

Tetapi sebenarnya kerugian dari Capitol Loss ini baru benar-benar terjadi apabila Anda menjual saham Anda, apabila Anda belum menjualnya kerugian belum terealisasi, bisa saja kemudian hari saham tersebut naik kembali.

Untuk strategi jual dan beli saham akan saya bahas di artikel saya selanjutnya : )

2. Risiko Likuidasi

Risiko ini dapat terjadi apabila perusahaan penerbit saham dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan ataupun perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak yang dimiliki oleh pemegang saham mendapat prioritas paling akhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi dari penjualan aset-aset yang dimiliki perusahaan tersebut. Jika masih memiliki sisa Kas dari hasil penjualan aset tersebut, maka sisa Kas tersebut dibagikan secara proporsional (merata) kepada seluruh pemegang saham.

Namun jika hasil penjualan aset tersebut tidak mencukupi dan tidak lagi terdapat sisa dari kekayaan perusahaaan tersebut maka pemegang saham tidak akan mendapatkan uang apa-apa dan saham tersebut menjadi hangus atau tidak bernilai sama sekali. Risiko ini menjadi risiko terbesar bagi pemegang saham. 

Berita baiknya adalah banyak sekali saham-saham yang bagus dan berkualitas yang beredar di Bursa Efek Indonesia sehingga kecil sekali kemungkinan untuk bisa bangkrut apalagi bubar.

 

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email
Close Menu